Oleh: Atabiya Radhwa Sagena Hasyim
Tauhidisasi Sains adalah integrasi/persatuan dari tauhid (keesaan Allah) dan juga ilmu pengetahuan (Sains). Dari sini menunjukkan bahwa semua ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini sudah diterangkan sebelumnya di dalam tauhid; mereka saling melengkapi, bukan bertentangan. Integrasi tauhid dan sains sangat penting karena kita bisa memahami bahwa ilmu pengetahuan tak semata-mata ada, tetapi juga diciptakan untuk memahami bahwa semua ini dari kebesaran-Nya. Ada salah satu dalil tentang integrasi antara tauhid dan sains, seperti:- Al-Qur'an surah al-Baqarah (2:164),
- Big Bang (Ledakan Besar) adalah peristiwa terbentuknya semesta yang dimulai dari titik super panas dan padat, kemudian meledak menjadi partikel-partikel kecil yang kini kita sebut sebagai planet-planet, Matahari, dan sebagainya. Ini adalah pembentukan yang didasari oleh sains dan harus kita percaya juga bahwa Allah-lah yang telah mengatur pembentukan semesta alam ini. Seyyed Hossein Nasr adalah salah satu ilmuwan tauhidisasi sains yang menyatakan bahwa beliau menolak sekularisasi sains modern dan mengajukan gagasan sains sakral sebagai bentuk islamisasi ilmu pengetahuan, sains harus dikembalikan pada akar spiritual, tauhid, dan pandangan holistik, bukan sekedar menempelkan label islam pada metode empiris barat yang materialistik. ¹
Komentar Pembaca
Tanggapan dan diskusi publik untuk berita ini (0 komentar)
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau komentar untuk berita ini!
Tinggalkan Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan secara umum.