Menjadi pembina, musyrif, atau pengajar di pesantren bukanlah pekerjaan yang ringan. Setiap hari kita berhadapan dengan berbagai karakter santri. Ada yang mudah diarahkan, tetapi ada pula yang membutuhkan kesabaran panjang. Ada yang berubah setelah dinasihati, namun ada juga yang masih mengulangi kesalahan yang sama.
Allah SWT berfirman:
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-'Ankabut: 69).
Allah melihat setiap perjuangan kita. Ketika kita membangunkan santri, mengajar dalam keadaan lelah, menegur dengan sabar, menahan emosi, atau mengulang nasihat yang sama, tidak ada satu pun yang luput dari perhatian Allah.
Tiga Hal Yang Harus Dipegang
1. Perkuat Keikhlasan
Kita mendidik, mengajar, dan membina karena Allah. Pujian manusia bukan tujuan utama; ridha Allah-lah yang kita cari.
2. Perkuat Kesabaran
Santri tidak selalu berubah hanya karena satu nasihat. Tetaplah membimbing, memperbaiki, dan istiqamah meskipun menghadapi berbagai tantangan.
3. Jangan Berjuang Sendirian
Pembina membutuhkan guru, guru membutuhkan pembina, semuanya membutuhkan dukungan pimpinan dan keluarga besar pesantren. Jika ada yang lemah, kuatkan. Jika ada yang lelah, bantu. Kita berada dalam satu perjuangan.
Menjadi pembina bukan sekadar pekerjaan atau rutinitas. Mengajar, mendampingi, menegur, dan membimbing santri adalah bagian dari amanah pendidikan.
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mungkin hari ini hasilnya belum terlihat. Namun, jangan berhenti mendidik, jangan berhenti mendoakan, dan jangan berhenti memberikan teladan.
Karena seorang pembina mungkin tidak selalu melihat hasil dari seluruh perjuangannya, tetapi Allah SWT tidak pernah menyia-nyiakan setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas.
Oleh: Baginda Abubakar, S.H., M.A
Komentar Pembaca
Tanggapan dan diskusi publik untuk berita ini (0 komentar)
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau komentar untuk berita ini!
Tinggalkan Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan secara umum.