Islam sangat mendorong umatnya untuk belajar. Bahkan, wahyu pertama yang diterima Rasulullah ﷺ diawali dengan perintah:
“Iqra’” — Bacalah!
Perintah tersebut menunjukkan betapa pentingnya aktivitas membaca, belajar, memahami, dan mencari pengetahuan dalam kehidupan seorang Muslim.
Dengan ilmu, seseorang dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang bermanfaat dan yang merugikan.
Seseorang santri yang belajar matematika, misalnya, bukan hanya sedang mempelajari angka. Ia sedang melatih ketelitian dan kemampuan berpikir. Ketika belajar bahasa Arab, dan Inggris, ia tidak sekadar menghafal kosakata, tetapi sedang membuka pintu untuk memahami masyarakat dan budaya yang lebih luas.
Begitu pula ketika mempelajari agama. Seorang Muslim belajar agar ibadahnya benar, akhlaknya semakin baik, dan kehidupannya semakin dekat dengan nilai-nilai Islam.
Pada akhirnya, tujuan menuntut ilmu bukan sekadar menjadi orang yang paling pintar di dalam kelas. Tujuan yang lebih besar adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Ilmu yang dipelajari hari ini mungkin belum terlihat manfaatnya. Namun, suatu hari nanti ilmu tersebut dapat menjadi bekal untuk menjadi dokter yang menyelamatkan kehidupan, guru yang mencerdaskan generasi, pengusaha yang membuka lapangan pekerjaan, ilmuwan yang menemukan solusi, pemimpin yang amanah, atau profesional yang memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Selamat belajar, para pejuang ilmu. Karena setiap langkah menuju ilmu adalah bagian dari perjalanan menuju kebaikan.
Oleh: Sweet Nabila I.A, S.Pd., M.M
Komentar Pembaca
Tanggapan dan diskusi publik untuk berita ini (0 komentar)
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau komentar untuk berita ini!
Tinggalkan Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan secara umum.