Oleh : Habib al-Ma'ruf bin Shodiq al-Ma'ruf ( NBM. 1286868. )

Segala puji hanya milik Allah, kami senantiasa memujinya. Kami memohon pertolongan dan ampunan hanya kepada-Nya.Kami berlindung kepada Allah dari segala kejelekan dan kejahatan sikap perbuatan kami.Barangsiapa yg diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yg bisa menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yg bisa memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

Allah Ta'ala berfirman :

يٰأيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ.٢١.
الَّذِى جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرٰشًا وَّالسَّمَآءَ بِنَآءً، وَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ، فَلَا تَجْعَلُوا ِللهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. ٢٢.

Artinya : "Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yg telah menciptakanmu dan orang-orang yg sebelummu agar kamu bertaqwa". 21.

"(Dialah) yg menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yg menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan hujan itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu.
Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui".22.

QS. Al-Baqoroh (2)= 21-22.

Dalam kedua ayat ini Allah menunjukkan kepada semua manusia, akan sifat Allah yg sesungguhnya yaitu yg mencipta dan menjadikan.

Semua makhluq dan terutama diri manusia sendiri dan bapak-ibunya, nenek moyangnya dijadikan dari tidak ada sehingga berwujud.

Oleh karena itu akal manusia tidak mungkin mencapai pengertian tentang Dzat Allah dan hubungan-Nya dengan sifat-sifat yg ada pada-Nya.

Maka janganlah engkau membicarakan hal itu.

١٧ـ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ قَوْمًا تَفَكَّرُوْا فِى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: تَفَكَّرُوْا فِى خَلْقِ اللهِ وَلَا تَفَكَّرُوْا فِى اللهِ فَاِنَّكُمْ لَنْ تَقْدِرُوْا قَدْرَهُ. وَعَنْهُ اَيْضًا بِلَفْظٍ آخَرَ: تَفَكَّرُوْا فِى الْخَلْقِ وَلَا تَفَكَّرُوْا فِى الْخَالِقِ فَاِنَّكُمْ لَا تَقْدِرُوْنَ قَدْرَهُ. رواه اَبُو الشَّيْخِ.

Artinya : 17 - Hadits dari Ibnu 'Abbas, bahwasannya orang banyak sama memikirkan keadaan Allah Yang Maha Mulia dan Agung, maka Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Fikirkanlah makhluk Allah dan jangan memikirkan dzatnya karena kamu tidak akan dapat menduga kekuasaan-Nya".

Dan dari Ibnu 'Abbas juga dengan lain perkataan:

"Fikirkanlah kamu dengan keadaan makhluk dan jangan fikirkan keadaan Kholiq (Allah Yang Maha Menciptakan).

Karena kamu tidak dapat mengukur kekuasaan-Nya".

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh. HPT halaman 27 - 28.

Sidang Jum'at yg dimulyakan Allah.

Jika seorang hamba mengenal Allah melalui ciptaan-Nya, inilah alat pertama untuk mencapai iman dan taqwa.

Allah pencipta dirinya (manusia) dan semua manusia yg ada dikanan kirinya.

Kemudian Allah mengajarkan manusia untuk memperhatikan alam sekitarnya : bumi sebagai hamparan tempat berpijak, berdiri, duduk dan tidur.

Dan langit sebagai atapnya lalu menurunkan air hujan dari langit dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan untuk makanan manusia maupun ternak.

Dengan ini nyata bahwa Allah itu pencipta yg menjadikan, yang memiliki, yang memberi makan dan minum ataupun rezeki.

Maka jika manusia mengetahui demikian, maka janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, jangan membanding-bandingkan-Nya dengan apapun.

٤٤٧٧ ـ حَدَّثَنِي عُثْمَانُ أَبِي شَيْبَةَ: حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ، عَنْ مَنْصُوْرٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيْلَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ؟ قَالَ: (( أَنْ تَجْعَلَ ِللهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ)).قُلْتُ: إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيْمٌ، قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ:((وَأَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ)).قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ:((أَنْ تُزَانِيَ حَلِيْلَةَ جَارِكَ)).

Artinya : 4477 - Telah menceritakan kepadaku 'Utsman bin Abi Syaibah: Telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Manshur, dari Abu Wa'il, dari 'Amr bin Syurohbil dari Abdullah, dia berkata : Aku telah bertanya kepada Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallam :

Dosa apakah yg paling besar disisi Allah ?
Rasulullah menjawab : "Bahwa kamu menjadikan sekutu untuk Allah sedangkan Dia telah menciptakanmu.

Abdullah berkata : Aku berkata lagi kepada Rasulullah ,sesungguhnya hal itu memang sebuah dosa yg sangat besar.

Abdullah (kembali) berkata : Aku berkata , Lantas (dosa) apa lagi (yg lebih besar disisi Allah)?
Rasulullah menjawab : "Kemudian bahwa kamu membunuh putramu karena khawatir dia ikut makan bersama denganmu".

Abdullah berkata: Akupun kembali berkata : Kemudian apa ?
Rasulullah menjawab : "Kemudian bahwa kamu berzina dengan istri tetanggamu".

HR. Al-Bukhori no. 4477 ,kitab Shohih Bukhori jilid 3 halaman.143.Bab :
قَولُهُ تَعَالَى:((فَلَا تَجْعَلُوا ِللهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ)).٢٢.
Hadits semakna juga diriwayatkan oleh Muslim.

اَقُولُ قَوْلِ هَذَا وَ اَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ وَ لِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

Khutbah Kedua.

الْحَمْدُ ِللهِ وَحْدَهُ وَ اَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ.

أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللهَ ـ عِبَادَ الله ـ
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا،وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.

HR. Muslim.

Sidang Jum'at yg dimulyakan Allah.

Syirik ialah mempersekutukan Allah dalam kekuasaan-Nya, dalam Dzat Sifat dan Af'al-Nya.

Sedangkan makna "al-andad" ialah syirik, dan syirik itu lebih halus (samar) dari jalannya semut hitam diatas batu hitam didalam gelap malam.

Contoh = Demi kehidupanmu fulan, atau demi kehidupanku atau andaikata tiada angsa pasti telah kemasukan pencuri atau karena kehendak Allah dan kehendakmu (pertolonganmu), semua itu syirik, demikian keterangan Ibnu Abbas didalam kitab Tafsir Ibnu Katsir.

Maka barangsiapa yg tidak melakukan kesyirikan kepada Allah (membanding-bandingkan Allah) dengan sesuatupun maka jaminannya adalah surga (jannah).

١٥١ـ (٩٣) ـ وحدّثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَ أَبُو كُرَيْبٍ قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ،عَنِ الْأَعْمَشِ،عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ،قَالَ: أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْمُوجِبَتَانِ؟ قَالَ: (مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارِ.

151 - 93 - Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Abu Kuroib, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, dari Al-A'masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, ia berkata : Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam, lalu menanyakan : Wahai Rasulullah! Apa dua hal yg pasti ?

Beliau menjawab : "Barangsiapa mati dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu maka ia akan masuk surga, dan barangsiapa mati dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu maka ia akan masuk neraka".

HR. Muslim no. 93 Kitab Shohih Muslim halaman 54.

إِنَّ اللهَ وَ مَلٰئِكَتَهُ، يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ مُحَمَّدٍ،كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ. اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

رَبَّنَا ضَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَ تَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.
اللَّهُمَّ إِنَّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ.وَعَذَابِ النَّارِ.وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ. وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

أَقِمِ الصَّلَاةْ

Catatan Didalam HPT bab Khutbah :

  1. Khotib hendaklah berkhotbah dua kali .

لِحَدِيْثِ رَوَاهُ الْجَمَاعَةُ اِلَّا الْبُخَارِيُّ وَالتِّرْمِذِيَّ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ قَائِمًا وَيَجْلِسُ بَيْنَ الْخُطْبَتَيْنِ وَيَقْرَأُ آيَاتٍ وَيُذَكِّرُ النَّاسَ.

Artinya : Karena hadits riwayat Jama'ah kecuali Bukhori dan At-Tirmidzi dari Jabir bin Samuroh Rodliyallahu 'anhu yg berkata : Adalah Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah sambil berdiri dan duduk diantara dua (2) khutbah dan membaca beberapa ayat Al-Qur'an dan memberi peringatan kepada orang banyak.

HPT halaman. 120 & 143.

  1. Imam hendaklah memulai khutbahnya dengan ucapan : tahmid, tasyahud dan sholawat pada Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam.

وَلِحَدِيْثِ اَبِي دَاوُدَ وَ اَحْمَدَ عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: كُلُّ كَلَامٍ لَا يُبْدَأُفِيْهِ بِالْحَمْدِ ِللهِ فَهُوَ اَجْذَمُ

Artinya : Karena hadits riwayat Abu Dawud dan Ahmad dari Abu Hurairoh Rodliyallahu 'anhu dari Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda : "Semua pembicaraan yg tidak dimulai bacaan al-hamdu lillaah itu terpotong.

وَلِحَدِيْثِ مُسْلِمٍ عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ: كَانَتْ خُطْبَةُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلّم يَوْمَ الْجُمُعَةِ يَحْمَدُ اللهَ وَيُثَنِّي عَلَيْهِ.اَلْحَدِيْثَ.

Artinya : Juga karena hadits riwayat Muslim dari Jabir Rodliyallahu 'anhu yg berkata : Adalah khutbah Nabi Shollallaahu 'alaihi wa sallam pada hari Jum'at, beliau mulai dengan al-hamdu lillah dan memuji kepada Allah…. Seterusnya hadits.

وَلِحَدِيْثِ اَحْمَدَ وَ اَبِى دَاود والترمذي عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : اَلْخُطْبَةُ الَّتِي لَيْسَ فِيْهَا شَهَادَةٌ كَالْيَدِ الْجَذْمَاءِ. وَفِى رِوَايَةٍ تَشَهُّدٌ.

Artinya : Juga karena hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Turmidzi dari Abu Hurairoh Rodliyallahu 'anhu berkata : Khutbah yg tidak disertai syahadah itu seperti tangan terpotong.

Dalam riwayat lain disebut : disertai persyahadatan.

وَلاِتِّفَاقِ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ عَلَى التَّصْلِيَةِ فِى خُطَبِهِمْ.

Artinya : Dan sudah menjadi kemufakatan 'Ulama Salaf dan Kholaf bahwa mereka dalam khutbah-khutbah, selalu disertai sholawat kepada Nabi Shollallaahu 'alaihi wa sallam.

  • Kita dari Muhammadiyah mengikuti apa yg telah berlaku pada masa Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallam.

Kitab HPT halaman 121 & 146.

  1. Berwasiat taqwa dalam khutbah.

لِحَدِيْثِ مُسْلِمٍ عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه اَنَّهُ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُوَاظِبُ عَلَى الْوَصِيَّةِ بِالتَّقْوَى فِى خُطْبَتِهِ.

Artinya : Karena hadits riwayat Muslim dari Jabir Rodliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallal selalu mewashiyatkan taqwa dalam khutbahnya.

Kitab HPT halaman 146 - 147.

  1. Kemudian diakhiri dengan do'a, dengan mengangkat jari (telunjuk) tangan kanan baik khutbah Jum'at ataupun khutbah 'Ied.

وَلِحَدِيْثِ اَحْمَدَ وَالتِّرْمِذِيِّ عَنْ حُصَيْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمنِ رضي الله عنه قَالَ: كُنْتُ اِلَى جَنْبِ عِمَارَةَ ابْنِ رُئَيْبَةَ وَ بِشْرِ بْنُ مَرْوَانَ يَخْطُبُنَا فَلَمَّا دَعَا رَفَعَ يَدَيْهِ. فَقَالَ عِمَارَةُ يَعْنِي قَبَّحَ اللهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ رَاَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَخْطُبُ اِذَا دَعَا يَقُولُ هكَذَا فَرَفَعَ السَّبَّابَةَ وَحْدَهَا.

Artinya : Juga karena hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi dari Hushain bin 'Abdurrahman Rodliyallahu 'anhu : Adalah aku disamping 'Imaroh bin Ruaibah dan pada waktu itu Bisyr bin Marwan berkhutbah kepada kita.

Ketika dia berdoa , mengangkat kedua belah tangannya.

Maka 'Imaroh berkata : yakni : Semoga Allah mencacatkan kedua belah tangan itu , aku melihat Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallam diwaktu beliau berkhutbah diatas mimbar, ketika beliau berdoa berbuat begini, lalu 'Imaroh mengangkat telunjuk saja.

Kitab HPT halaman. 147.

Hadits ini juga terdapat di kitab Tuntunan 'Idain dan Qurban, MTT.PP.Muhammadiyah. halaman 46 HR. An-Nasa'i.

Hadits tersebut juga terdapat di kitab Shohih Muslim halaman.311 : HR.Muslim no.874.